X
"Promo Special Casino" Bonus Rollingan 1.2% Khusus Oriental Casino Minimal TurnOver 200JT
sportsbook casino online sabung ayam bola tangkas togel online

Campbell: Mantan Pemain Berkulit Hitam Terlalu Takut Berbicara tentang Rasis

Update Terakhir: August 25, 2014

Campbell

Campbell: Mantan Pemain Berkulit Hitam Terlalu Takut Berbicara tentang Rasis

Mantan pemain bek tengah itu sebelumnya telah mengklaim bahwa dia ditahan untuk bisa menjadi kapten dari tim nasional Inggris karena warna kulitnya dan sang pemain juga merasa kecewa dengan kurangnya dukungan atas pendapatnya tersebut.

Mantan pemain bertahan tim nasional Inggris yaitu Sol Campbell merasa yakin dan juga percaya bahwa para pemain yang berkulit hitam itu merasa “terlalu takut” untuk secara terbuka berbicara tentang rasisme yang ada di dalam dunia sepak bola.

Campbell mengklaim pada bulan Maret kemarin bahwa dirinya bisa saja menjadi kapten dari negaranya selama 10 tahun jika saja dirinya berkulit putih, yang mana pendapat pribadinya tersebut ditanggapi dengan skeptis oleh beberapa pihak, termasuk oleh Paul Ince yang pernah menjadi kapten tim nasional Inggris pada bulan Juni tahun 1993 silam.

Pria yang berusia 39 tahun itu pada saat ini merasa bahwa ada beberapa mantan pesepakbola profesional yang berkulit hitam yang merasa sangat takut untuk berbicara tentang rasisme, dan dirinya juga mengaku kecewa dengan kurangnya dukungan untuk pendapatnya tersebut.

“Mereka melihat apa yang terjadi di sekitar mereka dan mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka mencintai status quo. Mereka hanya ingin mengikuti garis.”

“Ini merupakan sebuah contoh kasus dari ‘Saya baik-baik saja, saya tidak peduli dengan siapa yang datang di belakang saya. Saya merasa terlalu takut untuk unjuk diri’. Yah, saya tidak seperti itu dan saya tidak akan pernah menjadi seperti itu, saya hanya akan menjadi diri saya sendiri. “

“Orang-orang bisa mengatakan apa yang mereka lakukan dengan sebuah cara yang berbeda. John Barnes mendapatkan pisang yang dilemparkan ke arahnya. Dia hampir bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi padanya. Orang seperti dia bisa mengatakan, ‘mungkin bukan 10 tahun, akan tetapi saya bisa melihat di mana dia itu berasal. Mengartikulasikan itu dengan satu cara yang berbeda. ‘”

Terkait dengan Ince, Campbell mengatakan bahwa dirinya sendiri merasa heran karena Ince sedang mencoba melindungi posisi yang bahkan sewaktu-waktu bisa diambil dari dirinya.

“Lalu kamu mendapatkan Paul Ince (yang berbicara) di Daily Mail. Itu terasa seperti: ” Sungguh?! ‘Apa posisi yang sedang kamu coba lindungi ketika posisi kamu sendiri bahkan dapat dengan mudah diambil?”

“Saya tahu ada beberapa orang politik yang berusaha untuk memindahkan FA (Football Association, Asosiasi Sepak Bola Inggris) dengan cara tertentu.”

“Akantetapi kamu baru saja sampai ke tahap di mana, jika saya memiliki mantan pemain yang berkulit hitam melawan saya maka kamu mulai berpikir: ‘Apa yang sedang terjadi di sini? Saya hanya akan membiarkan orang hanyut dan terus melakukan urusan saya sendiri. ‘”